Akibat Impounding Bendungan Bintang Bano, 63 Hektar Lahan Dilanda Kekeringan

Sumbawa Barat – Penapewarta

Pengisian awal waduk (impounding) pada bendungan Bintang Bano telah berdampak pada lahan pertanian di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dinas Pertanian (Distan) KSB mencatat, seluas 63 hektar lahan di kecamatan Brang Rea telah mengalami kekeringan dan diperkirakan akan terus meluas.

Kadistan KSB melalui Kasi Perlindungan Tanaman Pangan Moh. Syamsul Rizal, SP menyebutkan lahan yang terdampak aktifitas Impounding awalnya hanya seluas 60 hektar dan kini bertambah menjadi 63 hektar lahan dengan kondisi kekeringan berat dan terancam gagal panen.

“Ada penambahan wilayah yang terdampak impounding, makanya kami berharap agar kontraktor pelaksana untuk segera menyikapi karena jumlah lahan yang akan terdampak diprediksi meluas jika air yang ditampung tidak dibuka,” kata Moh. Syamsul Rizal, SP. Selasa (24/8/2021).

Pengisian awal waduk (impounding) merupakan tahapan yang dilakukan setelah pekerjaan konstruksi bendungan selesai dan merupakan saat–saat yang kritis yang harus dilalui dalam suatu pembangunan bendungan. Dalam tahap pengisian awal waduk (impounding) ini, jika pengisian dilakukan terlalu cepat maka dapat mengakibatkan kerusakan pada bendungan dan jika dilakukan terlalu lambat maka dapat menyebabkan kekeringan di daerah hilir bendungan.

Aktifitas tersebut tentu sangat disayangkan oleh para petani, lantaran kondisi saat ini padi mereka sedang membutuhkan air. Apalagi aktifitas Impounding tersebut masih terus terjadi dan dikhawatirkan terjadi gagal panen. Kendati demikian, Distan KSB saat ini tengah berupaya untuk mencari jalan keluar dengan harapan bisa segera dibuka kembali sebelum kondisinya semakin parah.

“Kami sudah meminta kepada kontraktor pelaksana untuk membuka kembali bendungan sebelum lahan terdampak kekeringan meluas,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *