Antisipasi Sebaran Covid-19, Ratusan Lansia di KSB Dapat Vaksinasi Sinovac

Sumbawa Barat – Penapewarta

Dinas kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada pekan pertama April 2021 Barat mulai memberikan vaksin covid-19 kepada lansia yang tersebar di delapan kecamatan. Pemberian Vaksinasi dosis pertama ini, dilaksanakan sebagai upaya menekan dan mengantisipasi sebaran virus corona di bumi pariri lema bariri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) H Tuwuh menyampaikan, vaksin dilakukan secara kontinu dan hingga Kamis (22/04) tercatat sebanyak 338 lansia yang sudah mendapat vaksin sinovac dosis tahap pertama.

“Dan sejauh ini tercatat sebanyak 33 lansia yang sudah mendapat vaksin dosis tahap dua,” kata H Tuwuh. Jumat (23/04/2021).

H Tuwuh kadikes KSB

Menurut H tuwuh, untuk sementara KSB menjadi daerah tertinggi progres vaksinai terhadap warga lansianya di pulau Sumbawa. Data Dinas Kesehatan NTB, per 22 April. Persentase lansia di KSB yang telah mendapat suntikan vaksin sinovac dosis pertama tercatat sebanyak 338 warga lansia atau 21,1 persen. Sementara yang telah mendapat suntikan dosis kedua terdata 33 lansia atau 2,1 persen.

“Memang kalau jumlah jiwanya, Kabupaten Sumbawa paling banyak karena di sana lansianya banyak. Tapi secara presentase KSB teratas di pulau Sumbawa,” jelas H Tuwuh.

Diakui H. Tuwuh, beberapa hari sebelumnya KSB sempat berada di posisi paling buncit progresnya. Hal itu dikarenakan kegiatan vaksinasi belum benar-benar dimulai. Namun saat ini seluruh fasyankes (fasilitas layanan kesehatan) yang ditunjuk melakukan vaksinasi telah rutin memberi pelayanan. “Kita juga dibantu oleh anggota TNI dan Polri. Sehingga warga lansia mudah mengakses layanan vaksinasi kita,” urainya seraya menambahkan, proses vaksinasi dijalankan secara kontinu sehingga bagi lansia yang telah jatuh tempo vaksinasi tahap dua langsung dilayani.

Selain warga lansia, sesuai instruksi pusat, tenaga guru kini juga menjadi prioritas mendapat vaksin penguat imun terhadap virus corona itu. Pada kegiatan vaksinasi guru sendiri, di KSB sementara ini tercatat sebanyak 2.117 guru atau 198 persen yang telah memperoleh suntikan dosis pertama. Sementara untuk dosis kedua 835 guru atau 78,3 persen.

“Sama halnya dengan lansia. Yang guru juga kita kontinu melakukan pemberian vaksin. Kan ada target juga di guru ini bisa tuntas dosis 1 dan 2 sebelum pembukaan tahun ajaran baru tahun ini,” imbuh H. Tuwuh.

Pada bagian lain, H. Tuwuh yang juga juru bicara Satgas Covid-19 KSB ditanya mengenai trend meningkatnya kasus konfirmasi. Mengenai hal itu, H. Tuwuh tak menampiknya. Namun demikian ia menegaskan, pemerintah melalui Satgas telah mengkoordinasi seluruh kecamatan hingga desa agar meningkatkan upaya pencegahan.

Berdasarkan data tanggal 22 April, jumlah warga KSB yang terkonfirmasi saat ini tercatat sebanyak 18 orang. Terdiri dari 8 orang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Asy Syifa dan 10 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. (P-01).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *