Bupati Benarkan Adanya Eksplorasi Tambang Non Logam

Sumbawa Barat – Penapewarta

Bupati Kabupaten Sumbawa (KSB), HW. Musyafirin membenarkan adanya kegiatan eksplorasi tambang non logam yang saat ini berlangsung di 7 wilayah desa di KSB.

“Benar ada. Kami memang menerima (surat) pemberitahuannya dari Dinas ESDM provinsi,” ungkap bupati kepada wartawan, Rabu (23/6).

Ia menjelaskan, meski surat pemberitahuan aktivitas ekplorasi tambang dari provinsi itu tertanggal 5 Juni. Namun Bupati baru menerima sekitar tanggal 20-an. Berdasarkan surat itu, kemudian bupati mengarahkan perusahaan pelaksana eksplorasi yakni PT Puncakbaru Jayatama berkoordinasi dengan bagian teknis Pemda guna keancaran kegiatannya

“Saya arahkan mereka (perusahaan) ke bagian ekonomi (Setda) biar mereka difasilitasi,” urainya.

Tidak saja mengarahkan ke bagian pemerintah yang tepat mendampinginya. Bupati menyatakan, dirinya juga sudah menyampaikan agar perusahaan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Utamanya kepada masyarakat di mana perusahaan akan melaksanakan kegiatan eksplorasi

“Harusnya kan begitu. Sosialisasi dulu. Nah katanya ada protes warga, saya kira mereka harus menjelaskan apa kegiatan mereka. Kalau kami (kabupaten) kan hanya bisa memfasilitasi karena izin soal tambang itu sekarang di provinsi semuanya,” cetusnya.

Untuk diketahui, PT Puncakbaru Jayatama selaku pelaksana, melaksanakan eksplorasi berdasarkan MoU dengan PT Berkah Cipta Mulia Nomor: 3821/PTPJ-BCM/III/2021, PT. Bumindo Lestari Jaya Nomor: 3921/PTPJ-BIJ/III/2021 dan PT Sumber Energi Alamindo Nomor: 4021/PYPJ-SEA/III/2021 sebagai pemegang IUP ekplorasi mineral bukan logam yang berlokasi di KSB.

Dalam surat pemberitahuan Dinas ESDM NTB,  Nomor: 540/299/DESDM/2021 tanggal 5 Juni yang ditujukan ke bupati KSB. Disebutkan dalam kegiatan eksplorasi itu perusahaan membawa 9 ahli geologis dan akan memetakan potensi di 7 desa di KSB. Diantaranya desa Lampok, desa Mujahiddin dan Desa Manemeng untuk wilayah kecamatan Brang Ene. Berikutnya di desa Seminar Salit, desa Bangkat Monteh dan desa Tepas di kecamatan Brang Rea. Dan terakhir di desa Seteluk Atas, kecamatan Seteluk.(P-10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *