Dalam Sehari, Terjadi 5 Kasus Gigitan Anjing di Kota Bima

Penapewarta – Kota Bima

Lima warga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan telah menjadi korban gigitan anjing liar pada Kamis (12/12/2019). Dari semua korban, empat orang diduga tergigit oleh anjing yang sama.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Syarifuddin, S.Sos, MPH, mengungkapkan, empat korban yang diduga tergigit oleh anjing yang sama terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota. Sementara satu korban lainnya terjadi di Lingkungan Niu Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat

” Semua korban telah mendapat perawatan dan diberi Vaksin untuk menghindari terpaparnya rabies, ” jelas Syarifuddin, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis siang.

petugas dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Bima akan terus disiagakan untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi korban. Jika ditemukan adanya gejala rabies, maka vaksin akan di berikan hingga tiga kali.

Ini dilakukan karena kuat dugaan jika anjing liar yang telah menggingit empat korbannya merupakan anjing yang terpapar virus rabies. Upaya penangkapanpun telah dilakukan guna memastikan kondisi anjing tersebut, sekaligus mengambil sample untuk pemeriksaan laboratorium.

” Dari hasil pemeriksaan kami, dua korban digigit di lingkungan pondok pesantren Darul Hikmah, Kelurahan Matakando Kecamatan Mpunda, sedang dua orang lainnya, tegigit di sekitar Kampong Lewi Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota, ” paparnya.

Salah satu korban, tergigit di bagian kepala

Dengan kasus gigitan ini, Dikes Kota Bima menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan segera melaporkan dan membawa korban ke rumah sakit atau puskesmas terdekat jika terjadi kasus gigitan anjing. (P.06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *