Dinas Sosial Gelar Pelatihan Bagi Karang Taruna se KSB

Sumbawa Barat – Penapewarta

Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada Kamis (07/07) menggelar pelatihan yang diikuti oleh seluruh karang taruna yang ada di bumi Pariri Lema Bariri. Pelatihan yang dilasanakan di aula kedai Sawah Taliwang ini, digelar dengan tujuan agar seluruh karang taruna mampu menjadi pendamping penyandang Disabiltas Mental.

“Mengambil tema karang taruna sebagai pendamping penyandang disabilitas mental tahun 2022, kami mengadakan pelatihan untuk 65 karang taruna kelurahan dan desa, agar mereka bisa menjadi penyelenggara rujukan, pendampingan, dan advokasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial,” kata Kepala Dinas Sosial KSB melalui Kabid pemberdayaan sosial Dr. H. Burhanuddin, S.Sos.I., M.Pd.I

Ia menjelaskan, karang taruna merupakan salah satu unsur dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) sebagaimana diatur dalam Permendagri No. 5/2007 dan Permendagri No. 18/2018 Dalam Permendagri No. 5/2007 pasal 1 disebutkan bahwa Karang Taruna adalah lembaga kemasyarakatan sebagai wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan.

“Sebab itu kami mengadakan pelatihan ini sebagai salah satu bentuk pembinaan bagi karang taruna,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam Permendagri No. 18/2018, pada pasal 7 ayat (3) dijelaskan, Karang Taruna bertugas membantu Kepala Desa dalam menanggulangi masalah kesejahteraan sosial dan pengembangan generasi muda. Penanggulangan berbagai masalah kesejahteraan sosial tersebut dapat bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.

“Tujuan pelatihan ini juga untuk membina karang taruna agar bisa difungsikan kembali di semua desa dan kelurahan yang ada di Sumbawa Barat. Program-program yang ada di desa harus melibatkan karang taruna. Dan kami berharap, kedepannya karang taruna bisa berinovasi dalam menjalankan program pemberdayaan, ekonomi dan kerakyatan,” sambung ustadz Bur sapaan akrabnya.

“Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, kami akan turun ke desa dan kelurahan pada minggu depan untuk mendata dan mendiskusikan program – program karang taruna dan pelatihan,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *