Distan KSB Kawal Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Ditingkat Pengecer

Sumbawa Barat – Penapewarta

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam dua hari terakhir terus mengawal pendistribusian pupuk bersubsidi pada tingkat pengecer yang tersebar di 8 kecamatan.

Kepala Distan KSB melalui Kabid Penyuluh, Kusmirin mengatakan, pengawalan pendistribusian dilakukan guna memastikan apa yang menjadi kebutuhan petani tersebut telah dilaksanakan sesuai peruntukan pada 31 pengecer yang telah terdaftar.

“Hari ini kami bersama Komisi II DPRD KSB telah turun lapangan untuk memastikan pendistribusian di tingkat pengecer yang ada di Kecamatan Brang Rea, Seteluk dan Poto Tano,” kata Kusmirin di ruang kerjanya. Kamis (07/01).

Hari sebelumnya atau kemarin (06/01) lanjutnya, juga melakukan pengawalan dan pemantauan bersama Komisi II di Kecamatan Maluk, Sekongkang, Jereweh dan Brang Ene. Dalam kesempatan tersebut cukup banyak aspirasi yang disampaikan oleh pengecer maupun petani, dan ini menjadi catatan untuk ditindaklanjuti dan mencari solusi terbaik.

Dengan adanya distribusi ke pengecer, pupuk bersubsidi kini dapat diambil oleh petani dengan menunjukkan kartu tani. Bagi yang belum memiliki kartu tani atau memiliki namun tidak bisa digunakan akibat rusak atau error, pupuk bersubsidi dapat diambil dengan catatan terdaftar di eRDKK.

Lebih jauh dijelaskan, distribusi yang dilakukan dalam dua hari terakhir, merupakan diatribusi tahap I Musim Tanam (MT) pertama. Dalam 1 tahun akan ada 3 MT dengan total distribusi pupuk Urea sebanyak 8.880 ton, SP-36 sebanyak 131 ton, ZA 686 ton dan NPK 2371 ton, Organik Granul dan Organik cair.

“Kami dari penyuluh akan terus memberikan pendampingan, termasuk memberi pengertian kepada para petani agar bisa memanfaatkan pupuk seimbang dan melakukan pengematan pupuk dalam setiap musim tanam. Pupuk seimbang manfaatnya sama dengan Urea, begitupun penghematan pupuk akan mengatasi kelangkapan pupuk dan tidak berpengaruh pada hasil tanam,” jelasnya.

Ia menambahkan, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi mengalami kenaikan dalam tahun 2021. Yakni Rp 2.250,-/kg atau Rp 112.500,-/karung untuk pupuk Urea, ZA Rp 1700/kg atau Rp 85.000,-/karung, SP-36 Rp 2.400,-/kg atau Rp 120.000,-/karung.

“Terkait HET sudah kami sampaikan, mudah-mudahan ini tidak menjadi kendala bagi petani Sumbawa Barat,” tandasnya. (P-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *