Kades Sapugara Bree Beri Penghargaan pada Warga yang ‘Lulus’ Isolasi Mandiri

Penapewarta – Sumbawa Barat

Sebanyak 9 orang warga Desa Sapugara Bree kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendapat penghargaan atas keberhasilan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Kepala Desa Sapugara Bree, Andi Subandi, mengatakan, ke sembilan warganya yang mendapat penghargaan, merupakan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit. Mereka satu keluarga pulang dari Batam. Selama melaksanakan Isolasi Mandiri, mereka telah mematuhi protokol dan saat ini sudah dinyatakan ‘bebas’ atau dengan kata lain tidak menunjukskan gejala yang mengarah ke covid-19.

“Penghargaan diberikan dalam bentuk sertifikat, serta disertai dengan pemberian bantuan sembako. Ini kami lakukan agar menjadi motivasi bagi warga lainnya untuk mematuhi protokol isolasi mandiri sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona,” jelas Kades Andi, sapaan akrabnya. Jumat (03/04/2020).

Ia menambahkan, saat ini di Desa Sapugara Bree terdapat sekitar 40 orang yang masih menjalani Isolasi Mandiri. Mereka merupakan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit virus Corona. Mereka terus dipantau oleh tim kesehatan bersama perangkat desa, babinsa dan babinkamtibmas.

“Isolasi Mandiri baik di rumah atau tempat khusus lainnya memang sangat berat. Namun, cara sederhana ini efektif untuk melindungi diri, keluarga dan orang-orang di sekitar, bahkan seluruh warga Bumi pariri lema bariri dari COVID-19. Dari itu kami terus memberi support kepada mereka yang masih dalam isolasi mandiri agar mematuhi protokol yang ditetapkan,” jelasnya.

“Kami juga menghimbau kepada Pendatang dari luar KSB yang datang untuk menetap di Desa Sapugara Bree melaporkan diri ke ketua RT dan Kepala Dusun serta petugas kesehatan. Ini penting untuk dipatuhi, apalagi jika mereka datang dari daerah terjangkit, mutlak harus melaporkan diri dan melakukan karantina mandiri,” tandas Kades Sapugara Bree.

Terpisah, Zainuddin, salah seorang pelaku perjalanan yang telah ‘menuntaskan’ isolasi mandiri, mengaku jika selama dalam isolasi dirinya mendapat pengalaman yang mendalam bersama keluargannya. Mencitptakan rasa lebih dekat dalam bingkai kasih sayang karena tidak pernah pernah jauh dari 8 keluarganya yang sengaja di boyong dari daerah rantau untuk menetap di tanah kelahirannya, desa Sapugara Bree.

“Isolasi diri itu lebih kita mendekatkan diri dengan keluarga dan tentu juga beribadah lebih khusuk ” ceritanya.

Tak lupa ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan, atas perhatian dan bimbingan kepada ia dan keluarga selama menjalani masa isolasi mandiri.(P-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *