Kasek SDN 48 Kumbe diduga Tidak Miliki Serifikat Calon Kasek

Penapewarta – Kota Bima

Pelantikan dan Mutasi yang di gelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bima belum lama ini, khususnya pada jabatan fungsional menjadi pertanyaan banyak pihak. Pasalnya sejumlah kepala sekolah yang ditempatkan diduga tanpa mengantongi sertifikat calon Kasek.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang kader Partai Politik (Parpol) pengusung paket Lutfi – Feri (Walikota dan Wakil Walikota Bima terpilih sekarang), menyesalkan sikap pemerintah yang di dalamnya Walikota Bima, Sekda selaku Baperjakat, BKD maupun pihak lain yang terlibat di dalam pelantikan kepala SDN 48 Kombe Kota Bima.

Menurut kader partai yang namanya minta tidak disebutkan ini, pola pelantikan itu terkesan memaksakan kehendak karena yang bersangkutan tidak memiliki sertivikat calon kasek.

Tak hanya itu, ia juga menilai suatu kesalahan dengan mempertahankan jabatan Plt Kasek SDN 06 Kodo. Sementara yang lebih memenuhi syarat masih banyak yang ‘antri’ untuk mendapat kesempatan.

” Berdasarkan hasil tes cakep Tahun 2014, 2017 dan 2019 banyak yang telah memenuhi persyaratan sebagai calon kasek, dan mereka masih di parkir padahal mereka memiliki sertivikat cakep dan banyak pula yang sudah memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS),” ujarnya.

Penempatan kedua kasek itu, diduga bertentangan dengan peraturan dan Permen Dikbud Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah yang diterbitkan pada Tanggal 22 Maret 2018 oleh Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“ Saya menduga ada kepentingan segelintir oknum untuk tujuan politik dalam penempatan kasek SDN 48 Kumbe. Begitupun dengan di pertahankannya seorang Plt di SDN 06 Kodo, juga kuat dugaan ada kepentingan sesaat dari oknum yang sama,” duganya.

Terpisah, kepala Sekolah SDN 48 Kumbe Kota Bima mengatakan, dirinya sudah lulus saat mengikuti tes seleksi Calon Kepala Sekolah (Cakep) Tingkat SD Se Provinsi NTB pada Desember Tahun 2012 lalu. Pelaksanaannya di Hotel Teratai Suri Nadi – Narmada Lombok yang di adakan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB.

” Saya tidak ikut magang di Kota Bima yang di laksanakan bulan Maret Tahun 2013 lalu. Saat itu pada Tanggal 29 Februari 2013 (Sebelum proses magang) saya mendapatkan kepercayaan dari Walikota Bima H.M. Qurais H. Abidin dan Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin Periode 2013 – 2018 sebagai Kasek SDN 27 Rabadompu Timur Kota Bima,” jelasnya.

Akibat tidak ikut magang, ia tidak bisa menerima sertivikat cakep, karena prasyarat untuk mendapatkan sertivikat cakep harus mengikuti magang sebelumnya. Jadi benar tanpa sertivikat, tapi sudah lulus tes cakep pada Tahun 2012 lalu

Memurutnya, selama kepemimpinannya sebagai Kasek SDN 27 Rabadompu Timur terhitung Februari 2013 – 2020, tepatnya pada Bulan November 2019 dirinya terpanggil untuk mengikuti penguatan kompetensi kepala sekolah di Mataram yang di selenggarakan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) selaku unit pelaksana teknis di lingkungan Direktorat Jenderal yang menangani pendidik dan tenaga kependidikan, sehingga dirinya mendapatkan NUKS dan alhasilnya dengan lulus dengan predikat memuaskan. (P-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *