Kornas TRCPPA: Demo Berujung Anarkis Akan Merugikan Banyak Pihak

Jakarta – Penapewarta

Maraknya aksi demonstrasi yang berujung Anarkis membuat prihatin Ketua Kornas Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRCPPA) Bunda Naumi Rusmini Supriadi. Ia menilai Demo yang berujung anarkis akan merugikan banyak pihak.

“Dengan Alasan apapun, demo disertai tindakan anarkis tidak boleh dibiarkan. Selain menodai perjuangan para pendemo itu sendiri, anarkisme serta perusakan fasilitas umum maupun pribadi akan mengakibatkan kerugian yang tak sedikit, masyarakat juga yang akan menanggung kerugian tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung,” kata bunda Naomi. Minggu (11/10)

Ia menegaskan, Indonesia merupakan Negara besar yang berlandaskan pancasila dan menjunjung tinggi demokrasi sebagai inti kehidupan bermasyarakat. Sebab itu, demonstrasi sebagai ekspresi kebebasan bersuara dan berpendapat diatur dalam Pasal 28 Undang Undang Dasar 1945.

“Mari kita Bijak dalam berdemokrasi. Salurkan Aspirasi dengan santun tanpa Anarkis,” ajak bunda Naumi.

Ia mengingatkan tidak melibatkan anak-anak dalam setiap aksi demonstrasi. TRCPPA diseluruh Indonesia telah diinstrusikan untuk memastikan hal ini dengan turun kelapangan saat adanya aksi demostrasi. Jika ditemukan melibatkan anak-anak, akan ditindaklanjuti dengan melaporkannya ke penegak hukum, sekaligus mengamankannya ke unit PPA.

Bunda Naumi menambahkan, dalam setiap kegiatan menyampaian pendapat di muka umum, terdapat hak-hak dan kewajiban yang mesti dipatuhi. Pendemo yang paham keberadaan polisi di tempat aksi unjuk rasa mereka pasti tertib. Sadar bahwa polisi menjaga mereka dan mengingatkan mereka untuk tidak anarkis. Sebab itu jangan nodai niat menyampaikan aspirasi untuk perubahan yang lebih baik dengan melakukan bentrok fisik dan anarkis karena dapat merugikan semua pihak, terutama pendemo itu sendiri.

“TRCPPA sepakat dan setuju dengan 3 alasan pentingnya UU Cipta Kerja. Beberapa point pentingnya melindungi para Tenaga Kerja Wanita (TKW) kita di Luar Negeri,” imbuh Bunda Naumi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *