Pasca Peralihan, AMNT Fokus Terapkan Operasional Unggul

Penapewarta – Sumbawa Barat

Upaya untuk mencapai keunggulan operasional terus dilakukan oleh manajemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sejak pertama kali mengambil alih tambang Batu Hijau dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) pada 2016 lalu.

Transformasi dimulai dari upaya efisiensi operasional yang dilakukan secara terus menerus hingga menjadi karakter dan budaya organisasi. Secara paralel, upaya efisiensi ini juga dilakukan dengan strategi peningkatan produktivitas. Dengan demikian perusahaan dapat lebih adaptif dan merespon secara cepat dinamika siklus pertambangan.

“Sebelum masa peralihan pada 2016 lalu, tambang Batu Hijau mengalami kesulitan mengembangkan Fase 7 dikarenakan biaya untuk melanjutkan operasional dinilai begitu tinggi. Namun, manajemen Amman Mineral berani mengambil peluang melanjutkan fase 7, hingga bisa mengoptimalkan umur tambang Batu Hijau. Selain itu, proyek eksplorasi Elang juga bisa terus dijalankan dengan penuh optimisme,” kata Presiden Direktur Amman Mineral, Rachmat Makkasau dalam CEO Forum Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) yang bertajuk ‘The Depiction of the Indonesian Mining Industry 2020 and Beyond from the CEO’s Perspective’ di Hotel Fairmont, Jakarta. Kamis (20/2).

Berbagai bentuk keunggulan operasional yang sudah diterapkan perusahaan antara lain melakukan renegosiasi kontrak, peningkatan utilisasi alat, menghilangkan bottleneck, serta pengembangan kapasitas karyawan dan disiplin kerja. Alhasil, biaya penambangan menurun signifikan dan produktivitas menjadi lebih tinggi, salah satunya terlihat dari pencapaian laju pengupasan batuan buangan di tahun 2019 yang melebihi target hingga 18%.

“Hal ini dapat terlaksana karena karyawan yang adaptif, kami termotivasi untuk menciptakan terobosan, dan selalu menantang diri untuk menjadi lebih baik. Hal ini akan terus kami lakukan karena sudah menjadi budaya Amman Mineral untuk selalu meningkatkan diri,” jelas Rachmat.

Keunggulan operasional (operational excellence) menjadi kunci keberhasilan bagi perusahaan tambang untuk memanfaatkan peluang dan mengoptimalkan tambang, termasuk juga untuk melakukan eksplorasi. Dengan demikian, perusahaan dapat terus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan nasional

Sebagai penghasil emas dan tembaga terbesar kedua di Indonesia, Amman Mineral tercatat sebagai penyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mineral terbesar kedua di Indonesia pada tahun 2019. Selain itu, sejak beroperasi tahun 2000 hingga 2016 lalu, tambang Batu Hijau telah berkontribusi 25-37% pendapatan kotor (gross) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) serta 75- 99% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumbawa Barat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *