Pemerintah Diminta Dorong PT. AMNT Siapkan Program JPS Khusus

Penapewarta – Sumbawa Barat

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dapat mendesak PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), untuk menyiapkan program khusus seperti Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang diperuntukan bagi masyarakat terdampak penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Bumi Pariri Lema Bariri.

“Pemerintah KSB saat ini sedang mempersiapkan kucuran program JPS untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Hal yang sama harus dilaksanakan juga oleh PT. AMNT selaku perusahaan pertambangan terbesar yang masih melakukan operasional,” ucap Dr Zulkarnain, pemuda asal Fajar Karya kecamatan Brang Ene. Minggu (03/05/2020)

Zulkarnain yang kini menjadi dosen pada Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengakui, jika perusahaan sudah memberikan kontribusi dalam bentuk bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang menanganan pasien Covid-19, namun peran perusahaan dalam membantu masyarakat terdampak juga sangat dibutuhkan.

“Sebenarnya ini momentum terbaik bagi perusahaan untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat, jadi tinggal dibuatkan program yang bisa langsung dinikmati oleh warga KSB,” lanjutnya.

Soal apa bentuk program JPS khusus dari perusahaan, Zulkarnain mengaku jika pihaknya tidak ingin melakukan intervensi terlalu jauh, lantaran merasa yakin bahwa pihak pemerintah KSB bersama perusahaan dapat mencarikan formula tersendiri.

“Saat ini bukan berbicara apa bentuk program yang menjadi tanggung jawab perusahaan, namun dibutuhkan dulu itikad baik atau komitmen perusahaan untuk ikut menjadi bagian membantu masyarakat terdampak Covid-19,” tandasnya.

Selain mendorong perusahaan untuk menyiapkan kontribusi membantu masyarakat terdampak Covid-19, Zulkarnain juga berharap ada program khusus yang akan dilaksanakan pasca penyebaran Virus Corona ini, terutama dalam mengembalikan perekonomian masyarakat.

“JPS khusus adalah program jangka pendek, jadi perusahaan juga harus memikirkan program jangka panjang yang akan dilaksanakan setelah mereda kasus penyebaran Covid-19,” timpalnya.

Dibeberkan Zulkarnain, tidak sedikit para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terpuruk selama penyebaran Covid-19, bahkan ada yang sudah menutup operasional usahanya, sehingga dibutuhkan persiapan serius pemerintah KSB mengantisipasi bertambahnya jumlah pengangguran dan orang miskin.

“Saya sangat berharap pemerintah KSB menjadi pemerintah yang cukup siap mengembalikan ekonomi masyarakat pasca penyebaran Covid-19, karena program yang akan dilaksanakan sudah dipersiapan lebih awal,” tandasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *