Polemik PKK C Vokasi di PKBM Sukma Jaya


Abd. Hafid: Saya Curiga Program Ini Tidak Beres

Penapewarta – Kota Bima

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima melalui Kabid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal dan Informal (PAUD dan PNFI), Abd. Hafid, S.Pd, mencurigai Program Kecakapan Kerja (PKK) Paket C Vokasi yang ada di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sukma Jaya hadir tidak sesuai prosedur dan ada yang tidak beres pada program tersebut.

“Kami tidak mendapatkan surat pemberitahuan secara resmi dari PKBM Sukma Jaya yang berkantor di Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima, terkait ujian PKK C Vokasi Senin (16/12/2019) lau dan pihaknya hanya mendapatkan informasi secara lisan via telepon seluler yang meminta PNFI untuk menjadi pengawas pada ujian,” ujar Abd. Hafid pada wartawan ini Senin (23/12/2019) diruang kerjanya.

Abd Hafid, S.Pd Kabid PNFI Dikbud Kota Bima

Terkait ujian sepihak yang dilakukan lembaga PKBM Sukma Jaya, sama halnya tidak menghargai Dinas dikbud Kota Bima. Ujian tersebut harus mendapatkan rekomendasi dari dinas. Namun ujian PKK C Vokasi yang digelar lembaga PKBM Sukma Jaya diketahui pihaknya, setelah seorang pejabat dari Dirjend Khusus dan Pelatihan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) atas nama Habib, yang menghubungi salah satu staf PNFI via telepon untuk menjadi pengawas ujian PKK C Vokasi pada PKBM Sukma Jaya.

Akibatnya, pihak Dikbud melarang kasi dan stafnya untuk menjadi pengawas ujian PKK C Vokasi pada PKBM Sukma Jaya. Pasalnya, kegiatan dimaksud tidak sesuai mekanisme.

” Saya selaku kabid PNFI melarang staf untuk menjadi pengawasi ujian pada lembaga di bawah pimpinan Sukahar, SE, ” beber mantan guru SMKN 2 Kota Bima ini.

Sukahar : Kabid PNFI Belum Paham Tentang PAUD dan Dikmas

Sementara itu, Kepala Lembaga PKBM Sukma Jaya, Sukahar, SE, membantah jika ujian PKK C Vokasi yang adakan pihaknya tidak sesuai mekanisme sesuai yang di lontarkan Kabid PNFI Abd. Hafid.

“ Menurut saya pribadi, Abd. Hafid belum tahu secara detail apa itu PAUD dan PNFI dibawah binaannya, yang jelas pada Selasa (10/09/2019) lalu dinas dikbud melalui Sekretaris H. Moh. Yamin, Kabid PNFI Abd Hafid beserta seluruh kasi dan staf PAUD dan PNFI menghadiri pembukaan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di PKBM. Jadi apa yang di lontarkan Kabid Abd Hafid sudah bertolak belakang dengan program ini dan bidang yang dibidanginya,” kata Sukahar.

Pimpinan Lembaga PKBM Jaya Kusuma, Sukahar, SE

Menurutnya, program ini diikutinya setelah mengajukan proposal secara online pada pihak pusat dan di sertifikasi oleh dinas dan pihak Tempat Ujian Kompetensi (TUK) yang berkantor di Kabupaten Dompu, Dirjen khusus dan kepelatihan LKS. Dijelaksan, PKBM Jaya Kusuma akan mengikuti ujian PKK C Vokasi selama satu hari, sehingga yang menjadi pengawas pada ujian PKK C Vokasi yang di ikuti 35 orang warga belajarnya, yakni Habib dari Dirjend khusus dan pelatihan LSK dan Hj. Lita selaku pimpinan TUK Kabupaten Dompu.

Terkait, pernyataan Kabid Abd Hafid bahwa PKBM Jaya Kusuma tidak melaporkan secara tertulis bahwa ada ujian PKK C Vokasi tersebut. Sukahar membenarkan hal tersebut, dirinya hanya melaporkan secara lisan saja, pada seorang staf dan seorang Kasi bernama Umi Ida, satu hari sebelum ujian berlangsung, dan pada pelaksanaan ujian dirinya kembali melaporkan pada Kasi Sarpras Jul.

“ Ia betul saya melaporkan secara lisan pada dua orang itu, sedangkan Pak Jul dirinya hubungi via telepon selulernya dan meminta pada pihak PNFI untuk mengawasi pelaksanaan ujian PKK C Vokasi,” terang Sukahar.

Sukahar juga mengakui bahwa program PKK C di Kota Bima ini, bukan hanya di lembaganya saja, akan tetapi ada dua lembaga lainnya juga memiliki program PKK C, tapi dua lembaga tersebut merupakan program PKK C Reguler. Kedua lembaga dimaksud, yakni PKBM Syahra Kelurahan Rabangodu Utara Kecamatan Raba dan PKBM Doro Londa Kelurahan Sambinae Kecamanae Mpunda.

” Untuk di ketahui Kabid Abd. Hafid, bahwa PNFI membidangi dua program yakni PAUD dan Dikmas (Pendidikan Masyarakat). Jadi lembaganya (Sukma Jaya) masuk di bidang Dikmas, serta lahirnya PKK ini adalah dari Program Kesetaraan Paket C dan PKK C Vokasi maupun leguler berdiri sendiri, ” tandanya. (P.06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *