Tersisa 20 Peserta Dalam Lomba Desain Motif Khas KSB

Sumbawa Barat – Penapewarta


Jumlah Peserta lomba desain motif khas Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kian mengerucut. Kini tersisa 20 peserta dan akan bersaing untuk menjadi 5 terbaik.

Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) KSB, Hj Hanifah Musyafirin,S.Pt

Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) sekaligus ketua panitia lomba Desain motif khas KSB, Hj Hanifah Musyafirin, S.Pt mengatakan, 20 peserta yang tersisa merupakan peserta yang memiliki desain karya terbaik. Sebelumnya, mereka bersaing dengan peserta lainnya dan sesuai hasil penilaian dewan juri, mereka dinyatakan lolos dalam 20 besar terbaik.

“Akan ada seleksi atau penilaian lanjutan pada Tanggal 6 – 8 Oktober nanti. Setiap peserta akan dipanggil untuk memaparkan arti dan makna dari hasil desainnya,” kata Hj Hanifah. Selasa (28/09/2021).

Selanjutnya, dewan juri akan memilih 5 desain terbaik yang nantinya akan akan diusulkan ke Bupati Sumbawa Barat untuk dipatenkan melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati.

“Sebelum diusulkan ke Bupati, hasil dari 5 terbaik nanti akan diumumkan ke masyarakat, sekaligus kami membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk menilai atau mengusulkan tambahan desain yang berciri khas Sumbawa Barat,” jelasnya.

Mars Anugerasinsyah, S.Hut, M.Si

Koordinator Lomba, Mars Anugerahinsyah, S.Hut, M.Si menambahkan, seluruh peserta lomba merupakan warga Sumbawa Barat baik yang berdomisi di dalam maupun di luar KSB. Ini dibuktikan dengan alamat tempat tinggal atau tempat kelahiran.

“Desain karya peserta diterima panitia melalui email dan jasa pengiriman. Seluruh desain yang diterima telah dinilai oleh dewan juri dan ditetapkan 20 peserta terbaik,” jelasnya.

“Untuk seluruh desain yang masuk, secara otomatis menjadi hak panitia. Peserta terbaik nantinya akan mendapat hadiah menarik dan uang pembinaan,” imbuhnya.

Ketua dewan juri, Abdul Gani

Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Abdul Gani, memastikan penilain desain dilakukan dengan sangat profesional. Bersama 4 dewan juri lainnya penilaian awal menetapkan 20 desain terbaik.

“Yang menjadi tolak ukur penilaian adalah desain yang memuat ciri khas Sumbawa Barat. Contohnya Tonyong atau lotus. Ciri khas ini membedakan KSB dan daerah lainnya. Kami akan menilai kembali desain yang sudah masuk 20 besar untuk memilih 5 desain terbaik,” tandasnya.

Lomba desain motif khas KSB yang diselenggaran Dekranasda merupakan lomba untuk menentukan ikon ciri khas Sumbawa Barat. Kedepan, hasil dari lomba ini akan disematkan pada beragam produk, tempat rekreasi ataupun tempat lainnya sehingga orang yang hanya melihat ikon tersebut, tahu bahwa itu berasal dari Bumi Pariri Lema Bariri. (P-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *