Vaksinasi Guru dan Lansia Tahap II Digenjot

Sumbawa Barat – Penapewarta

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menggenjot kegiatan vaksinasi terhadap guru dan warga lanjut usia (lansia). Saat ini pemberian bahan antigenik untuk membentuk kekebalan tubuh melawan Covid-19 itu sudah memasuki vaksin tahap II.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KSB, H. Yusfi Halid mengatakan, sebagian besar tenaga guru dan warga lansia yang menjadi prioritas pemberian vaksin tengah disiapkan menjalani vaksinasi tahap II.

“Memang belum 100 persen. Tapi yang sebelumnya sudah (vaksin) tahap I sekarang waktunya mereka mendapatkan vaksin tahap II. Jadi itu sekarang sedang jadi prioritas kami,” terangnya. Senin (31/05/2021)

Sejak vaksinasi mulai digelar pada awal tahun ini, prosesnya di lapangan saat ini sudah berjalan lancar. Tidak ditemukan kendala teknis karena tenaga kesehatan sebelumnya telah diberi pelatihan. Meski begitu, kata H. Yusfi, seiring waktu, kegiatannya tidak dapat secara rutin karena ketersediaan vaksin yang terbatas.

Menurutnya Pemprov NTB melalui Dinkes setempat mencicil penyaluran vaksin. Jatah vaksin yang diterima dari pusat, oleg Dinkes NTB harus dibagi ke 10 kabupaten/kota agar capaian vaksinasi merata di seluruh daerah.

“Kami memahami kondisi di provinsi. Karena dari pusat tentu yang disalurkan juga terbatas. Jadi mudah-mudahan ke depan pusat bisa memperbanyak supaya ke daerah juga lebih banyak mendapatkan drop vaksinnya,” harap H. Yusfi.

Saat ini lanjut dia, vaksin yang tersedia di KSB sebanyak 200 vial. Jumlah tersebut adalah hasil pengiriman terbaru dari Dinkes NTB yang diterima dalam pekan ini.

“Baru saja datang. Insyaallah pekan ini juga kita drop ke puskesmas supaya pemberian vaksin bisa dilanjutkan lagi,” urainya.

Sejauh ini selain vaksinasi terhadap tenaga guru dan warga lansia. Pemberian vaksinasi juga telah dilaksanakan bagi tenaga kesehatan dan tenaga pelayan publik lainnya serta anggota TNI/Polri. Dikatakan H. Yusfi, untuk tenaga pelayanan publik dan TNI/Polri sementara ini dihentikan setelah adanya instruksi pusat agar memprioritaskan guru dan warga lansia.

“Untuk tenaga kesehatan alhamdulillah sudah hampir 100 persen sampai pemberian tahap II. Sisanya tinggal mereka yang memang belum memenuhi syarat vaksin. Tapi itu tetap diprioritaskan juga karena dalam hal ini tenaga kesehatan jadi perima vaksin super prioritas,” pungkasnya.(P-10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *