Resmikan SPAM Sagena, Pjs Bupati KSB Berharap Bisa penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
Sumbawa Barat – Penapewarta
Pjs Bupati Sumbawa Barat, Julmansyah, S.Hut,M.A.P dampingi oleh Kepala Dinas PUPR Syahril ST, dan Kepala BPBD, Abdul Hamid, berkesempatan meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sagena di Dusun Sagena Desa Kiantar Kecamatan Poto Tano. Rabu, (31/10/2024).
“Semoga dengan diresmikannya SPAM ini dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Sagen. Saya berharap, ini juga bisa dimanfaatkan warga dengan menyicil penanaman pohon seperti tanaman klengkeng, alpukat. Keberadaan pohon ini kedepannya bisa membantu menyimpan stok air di tanah, sehingga bisa dimanfaatkan oleh anak cucu di masa yang akan datang,” harap Julmansyah.
Pjs Bupati dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa hakekat Pemerintah daerah dalam membangun itu, tidak membedakan siapa yang akan dibantu, tidak melihat dia dari kelompok mana, golongan apa yang penting dia adalah warga yang wajib dibantu.
”Pemerintah Daerah pada hakekatnya melayani semua orang karena memiliki hak yang sama. Pemerintah daerah melayan bukan atas kepentingan politik. Pemerintah melayani seluruh masyarakat tanpa melihat simpatisan manapun. Demikian pula hari ini kita memastikan bahwa Sagena sudah tersalur dan terdistribusi air dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa ada lima kewenangan yang diberikan kepadanya selama bertugas di kabupaten Sumbawa Barat, yaitu yang pertama Memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD.
“Kedua Menjaga Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat, Ketiga memfasilitasi penyelenggaraan pemilihan bupati wakil bupati, wali kota dan wakil walikota serta menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN), Keempat melakukan Pembahasan Ranperda dan Penandatanganan Peraturan Daerah (Perda) setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Mendagri, dan Kelima Melakukan pengisian Pejabat berdasarkan ketentuan perundang-undangan, dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Mendagri,” ulas Julmansyah.
Kepala Dinas PUPR Syahril ST dalam laporannya menyampaikan bahwa Sumber Air Baku pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sagena ini adalah berupa Sumur Bor dalam (Deep Well). Sumur ini mempunyai kedalaman 105 m dengan diameter casing 6 inchi. Dengan debit kurang lebih 2 sampai dengan 3 liter per detik.
Untuk Pompa produksi menggunakan spesifikasi Pompa Submersible 2 Hp dengan kapasitas 1.5 liter per detik yang posisi pompa ini berada pada kedalaman 80 m. Power Pompa menggunakan Solar Panel yang mendukung penggunaan energy baru dan terbarukan dengan kapasitas panel 3.300 watt, dan dapat memproduksi kurang lebih 37.800 liter air dalam sehari.
“Dengan jumlah produksi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 400 jiwa warga Sagena,”jelasnya.
Syahril juga menambahkan bahwa Untuk Unit Produksi berupa Tandon dan Reservoir. Tandon mempunyai kapasitas 5.000 liter dan reservoir existing dengan dimensi 6x4x2 m dengan kapasitas 48.000 liter (48 m3). Untuk mengalirkan air ke Area Layanan maka dibangunkan system perpipaan sepanjang 1.400 meter dengan spesifikasi pipa yang digunakan adalah pipa HDPE sampai ke Hidran Umum. Hidran umum ini menggunakan tendon dengan kapasitas 5.000 liter.
“Terkait dengan Pembiayaan Pekerjaan ini, anggarannya bersumber dari APBD Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yaitu mata anggaran Pembangunan Sumur Bor dan Sistem Pompa dengan Anggaran Rp.378.000.000,” rinci Syahril.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Dusun Sagena, Ramli dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Daerah,”Saat ini di Sagena terdapat 150 rumah yang ditempati oleh 200 Kepala Keluarga. Alhamdulillah air sudah bisa kami pakai dan kami ucapkan terimaksih karena sudah berhasil menyalurkan air hingga tempat kediaman kami ini,” ucapnya.
“Saya berani memberikan pernyataan bahwa keberadaan SPAM ini akan di jaga penuh oleh warga dusun Sagena. Ini sebagai rasa syukur kami karena selama ini kami mengambil air sekitar 6 kilo dan itu swadaya masyarakat kemampuan masyarakat dusun sagena. 30 tahun berjalan kami melakukan aktifitas itu, dan mata airnya pun kecil, hanya 10 liter per hari yang bisa kami ambil. Dan insyaAllah hari ini dan untuk kedepannya, keberadaan sumur bor dikelola oleh Kelompok Mata Air Sagena yang menjaga air ini,” tandas Ramli. (*)
