Taliwang – Penapewarta Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat resmi melepas 32 peserta penerima Beasiswa Pelatihan Mekanik dan Operator Alat Berat untuk mengikuti pendidikan bersertifikasi industri selama
Read more
Taliwang – Penapewarta Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat resmi melepas 32 peserta penerima Beasiswa Pelatihan Mekanik dan Operator Alat Berat untuk mengikuti pendidikan bersertifikasi industri selama
Read more
Sumbawa Barat – Penapewarta Di tengah gempuran modernisasi dan kompleksnya tantangan zaman, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengambil langkah progresif untuk menyelamatkan moral dan identitas
Read more
MATARAM – Penapewarta Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat (PWI KSB) menorehkan tinta emas dalam sejarah pers profesional di Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 11 jurnalis pilihan yang dikirim untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Mandiri di Kota Mataram dinyatakan lulus 100% dengan predikat Kompeten. Prestasi mutlak ini melahirkan lompatan kualitatif yang signifikan bagi lanskap media di Bumi Pariri Lema Bariri. Kontingen PWI KSB sukses meloloskan 8 wartawan di jenjang Madya (Redaktur/Editor) dan 3 wartawan di jenjang Utama (Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab). UKW Mandiri yang berlangsung pada 11–12 September 2026 di Aula Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Mataram ini bukan sekadar ujian periodik. Wakil Ketua Umum PWI Pusat Bidang OKK, Joko Tetuko, yang hadir langsung memantau jalannya ujian, menegaskan bahwa agenda yang diinisiasi PWI NTB kali ini merupakan pelaksanaan UKW Mandiri terbesar sepanjang sejarah PWI di Indonesia, dengan total menguji 54 jurnalis dari berbagai kabupaten/kota. Barisan Jurnalis Kompeten Sumbawa Barat Kelulusan mutlak ini memastikan jajaran pengurus teras dan anggota senior PWI KSB kini memiliki standardisasi kompetensi tingkat tinggi. Berikut adalah daftar nama jurnalis PWI KSB yang berhasil menyapu bersih predikat kompeten: Jenjang Madya (8 Orang): Ardianto Gela Khairuddin Hendra Ardiansyah Dewi Setiyawati Ishak Ibrahim Iwan Ferdiansyah Zutan Zaitul Ikhlas Jenjang Utama (3 Orang): Hardoni Odon Unang Silatang Imam Taufik Penguatan Integritas di Era Disrupsi Informasi Keberhasilan menyapu bersih kelulusan di tingkat menengah (Madya) dan tertinggi (Utama) mencerminkan kematangan berfikir dan komitmen etis para jurnalis Sumbawa Barat. Pada jenjang Madya, para peserta diuji ketat dalam koordinasi ruang berita, kemampuan merancang investigasi, serta penguasaan hukum pers. Sementara pada jenjang Utama, fokus ditekankan pada kebijakan redaksional makro, manajemen krisis, hingga tanggung jawab sosial media terhadap publik. Ketua PWI KSB terpilih, Hardoni Odon, menyampaikan bahwa hasil ini merupakan buah dari persiapan kolektif yang matang lewat sesi pembekalan mandiri (coaching clinic) sebelum bertolak ke Mataram. “Kelulusan seratus persen ini bukan sekadar formalitas sertifikat, melainkan jaminan kualitas bagi pembaca di Sumbawa Barat. Di tengah gempuran rumor, hoaks, dan konten kecerdasan buatan (AI) yang makin tidak terkontrol, KSB kini memiliki barisan gerbang redaksi (Madya) dan pemimpin redaksi (Utama) yang telah diuji langsung oleh penguji nasional,” tegas Odon.
Read more
Mataram — Penapewarta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengukir sejarah baru dengan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan
Read more
Mataram — Penapewarta Pengurus Wilayah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi membuka kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang dirangkai dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis (10/09/2026). Mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen Terhadap Etika Jurnalistik Melalui Penguatan Organisasi PWI”, pembukaan acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PWI Pusat, pengurus PWI NTB, pimpinan media, serta ratusan insan pers se-NTB. Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin menyampaikan bahwa kegiatan OKK kali ini diikuti oleh 120 wartawan dari 10 kabupaten/kota di NTB. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dan pembatasan kapasitas dari total hampir 200 pendaftar. Sementara itu, untuk agenda UKW yang digelar pada 11–12 September, diikuti oleh 54 peserta. “UKW kali ini diikuti 54 peserta yang terbagi dalam tiga tingkatan, yakni 18 peserta jenjang Muda, 24 peserta jenjang Madya, dan 12 peserta jenjang Utama. Ini merupakan ujian pemetaan untuk mengukur sejauh mana pemahaman kita terhadap Kode Etik Jurnalistik, UU Pers, dan perilaku di lapangan,” ujar Ikliluddin. Dalam kesempatan itu, Ikliluddin juga mengajak seluruh hadirin memanjatkan doa bagi jurnalis yang sempat dinyatakan hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau agar segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK PWI Pusat, Joko Tetuko mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta di NTB. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan OKK merupakan amanat PD/PRT hasil Kongres PWI serta Peraturan Organisasi (PO) terbaru. Pemahaman terhadap 13 materi dasar keorganisasian dan kewartawanan, termasuk UU Pers, KEJ, hingga Sistem Peradilan Pidana Anak, menjadi fondasi mutlak sebelum wartawan terjun meliput di lapangan. “OKK ini adalah penguatan organisasi sekaligus fondasi bagi anggota. Tempat acara di Bank NTB Syariah ini sangat representatif dan pelaksanaan di NTB ini menjadi salah satu yang terbesar serta terbaik,” kata Joko bangga. Ia menambahkan, pers yang kompeten akan melahirkan jembatan informasi yang kuat dan terpercaya antara masyarakat dan pemerintah. Kegiatan OKK dan UKW PWI NTB ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik. Mengutip pesan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Ahsanul Khalik menekankan bahwa uji kompetensi bukan sekadar menguji kemampuan menulis berita, melainkan menguji tanggung jawab moral dalam menggunakan kata demi menghadirkan kebenaran. “Menjadi wartawan bukan hanya soal kecepatan menulis, tetapi tentang bagaimana menghadirkan informasi yang bermartabat dan dapat dipertanggungjawabkan. Di era digital, prinsip tabayyun atau verifikasi menjadi sangat krusial agar asumsi tidak mengalahkan fakta,” tegas Ahsanul Khalik. Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi NTB sangat terbuka terhadap kritik dari media, selama kritik tersebut berbasis data dan bertujuan untuk perbaikan pelayanan publik. “Kritik yang jujur adalah cermin. Pemerintah membutuhkan cermin itu untuk melihat apa yang perlu diperbaiki. Pemprov NTB dan pers adalah dua pilar yang harus bekerja sama demi kesejahteraan masyarakat,” jelas pria yang akrab disapa Bung AK tersebut. Rangkaian kegiatan ini terlaksana atas dukungan penuh Pemprov NTB, Bank NTB Syariah, DPRD NTB, Pertamina, serta berbagai pihak sponsor pendukung lainnya. (*)
Read more
Taliwang – Penapewarta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menggelar sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), di Kedai Sawah, Kemutar Telu Center (KTC), Taliwang, Selasa (08/9/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk perlindungan preventif bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Bumi Pariri Lema Bariri agar terhindar dari sindikat penyalur tenaga kerja ilegal. Adapun sosialisasi menghadirkan tiga narasumber dari berbagai sektor. Pertama, Made Setyaningrum dari BP3MI NTB, kedua, Aiptu Susilo dari Polres Sumbawa Barat, dan ketiga Riski Dwi Hadiputra dari Imigrasi TPI Kelas II Sumbawa. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa Barat, Slamet Riadi, mengatakan sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman serta kewaspadaan masyarakat, khususnya pencari kerja, terhadap modus rekrutmen ilegal ke luar negeri. Dalam laporannya, Slamet merinci dua kasus yang sedang diproses. Kasus pertama, menimpa seorang warga di Kecamatan Sekongkang. Awalnya dijanjikan kerja di Dubai, namun setelah 10 hari transit justru diberangkatkan secara non-prosedural ke Libya. Kasus kedua, menimpa seorang Sumbawa yang dijanjikan menjadi guru di Brunei Darussalam, tetapi malah diterbangkan dan dipekerjakan di Malaysia. “Sosialisasi ini kami gelar sebagai langkah preventif (pencegahan) untuk melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan, penyelundupan, dan eksploitasi manusia,” jelas Slamet. Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah, dalam sambutanya menekankan pentingnya penguatan pengawasan dari tingkat Desa dan Kelurahan. Sebagai garda terdepan, pemerintah desa dan kelurahan memiliki peran paling krusial karena mereka berada di posisi terdekat dengan masyarakat. “Deteksi dini dimulai oleh aparatur desa dan kelurahan. Sebab itu, lakukan pengawasan ketat dan mendeteksi lebih awal jika ada warganya yang berencana bekerja ke luar negeri,” kata Bupati. Dijelaskan Bupati, Perangkat desa wajib aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan jalur penempatan resmi (legal) demi menjamin keselamatan, keadilan upah, dan hak perlindungan hukum selama di luar negeri. (*)
Read more
Sumbawa Barat – Penapewarta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan organisasi. Sebanyak 17 wartawan akan
Read more
Mataram – Penapewarta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersiap menggelar kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) perdana yang dirangkai dengan Uji Kompetensi
Read more
Ahyati Mulya atau akrab disapaAya merupakan salah satu siswa penerima beasiswa AMMAN Scholars batch 1 tahun 2021. Kini gadis berparas cantik ini telah menamatkan sekolah
Read more
Mekanik Alat Berat Taliwang – Penapewarta Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kembali menghadirkan peluang pengembangan sumber daya manusia bagi generasi muda melalui program beasiswa pelatihan mekanik
Read more