AMMAN Gelar Pelatihan Junior Lifesaving Bagi 40 Pelajar Sumbawa Barat
Sumbawa Barat – Penapewarta
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menggandeng Badan Penyelamatan Wisata Tirta (Balawista) Badung menggelar pelatihan Junior Lifesaving selama 4 hari (17-20 Februari) di Hotel Tropikal Sekongkang. Pelatihan ini diikuti 40 pelajar usia 10-17 tahun yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Pelatihan dirancang untuk memberikan keterampilan dasar dalam keselamatan air, teknik penyelamatan diri sendiri dan korban, serta pertolongan pertama. Peserta diharapkan mampu mengembangkan pemahaman tentang kondisi air, keterampilan penanganan darurat, kerja sama tim, kepercayaan diri dalam mengambil tindakan yang cepat dan tepat di situasi kritis.
Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, menjelaskan, Pelatihan Junior Lifesaving merupakan tindak lanjut dari kegiatan ‘Surfing Masuk Sekolah’ yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah KSB, melalui SK Bupati tahun 2024 nomor 100.3.3.2 Tentang Penetapan Satuan Pendidikan Dasar Pelaksana Kegiatan Ekstrakurikuler Surfing di KSB. Program Pengembangan dan Pemberdayaan (PPM) AMMAN berkomitmen untuk mendukung Surfing Masuk Sekolah melalui pilar Pariwisata Berkelanjutan yang melakukan berbagai inisiatif Blue Program atau kegiatan yang berkaitan dengan potensi KSB sebagai destinasi wisata bahari.
“Pelatihan dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas sejak dini, guna mencegah atau meminimalisir terjadinya kecelakaan dalam wisata bahari,” jelas Aji.
“Semenjak dini, anak-anak KSB sudah dibiasakan cinta dan terbiasa dengan kegiatan bahari yang dilakukan secara bijak dan bertanggungjawab. Di masa depan, banyak peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan secara maksimal dan aman, seperti mengelola usaha pariwisata, penjaga pantai, instruktur selancar, SDM bidang hospitality yang kesemuanya memiliki nilai tambah jika menguasai keterampilan water safety, pertolongan pertama dan dasar penyelamatan diri sendiri dan orang lain,” tandas Aji.
Perwakilan Balawista Badung, Ni Putu Yulia Mawarisma mengatakan, sebanyak 40 peserta pelatihan Junior Livesaving dibimbing langsung oleh 5 pelatih profesional yang telah memiliki sertifikat International Life Saving (ILS).

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Pertama, kelompok yang bisa berenang dengan teknik yang sudah cukup memadai. Kedua, hanya bisa berenang, namun belum memiliki teknik yang baik. Dan, ketiga tidak bisa berenang.
“Seluruh kelompok diajarkan teori, dan melakukan praktek langsung di air (kolam dan laut). Penguasaan mereka mencapai 75 persen, ini sangat bagus, di usia yang masih sangat muda, mereka sudah tahu dan mampu untuk bagaimana menyelamatkan diri sendiri dan orang lain,” kata Putu.
Triana Mariam Halinka, salah satu peserta pelatihan mengungkapkan rasa bahagia saat diminta tanggapannya atas pelatihan yang diikuti. Siswi kelas 5 dari SDN 3 Sekongkang ini mengaku sangat senang karena mendapat teman dan pengalaman baru.

“Saya sangat senang karena mendapat teman baru di tempat pelatihan. Selain itu, saat ini saya sudah tahu teknik berenang dan menggunakan pelampung, serta menyelamatkan diri atau teman yang membutuhkan pertolongan,” kata Triana.
Senada dengan Alin, Muhammad Ikram, siswa kelas 5 SDN Jelenga. Siswa yang pernah ikut lomba surfing di Bali tahun 2024 di kelas under ten ini, mengaku mendapat pengetahuan baru saat mengikuti pelatihan.
“Dulu saya hanya tahu tentang Surfing, setelah mengikuti pelatihan ini saya menjadi tahu cara menyelamatkan diri dan orang lain,” jelasnya sambil tersenyum.
Untuk diketahui, Junior Lifesaving Training yang digelar AMMAN dan Balawista Badung merupakan pelatihan pertama kali yang diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berikut Komponen dan hasil yang ingin dicapai dari pelatihan Junior Lifesaving.
1. Keterampilan penyelamatan – Teknik dasar penyelamatan di air secara aman dan efektif, individu dan tim, termasuk penggunaan alat (papan dan pelampung), penanganan korban panik, dan protokol respon darurat.
2. Pemahaman keselamatan air – Memahami kondisi pantai, potensi bahaya perairan dan menjaga keselamatan diri.
3. Kemampuan pertolongan pertama – Teknik CPR dan penanganan cedera dan luka ringan.
4. Peningkatan kebugaran fisik – Meningkatkan kebugaran, kekuatan dan kelincahan melalui latihan fisik.
5. Kerja sama Tim dan kepemimpinan – Bekerjasama dalam situasi darurat dan menunjukan kepemimpinan.
6. Kesadaran lingkungan – Pemahaman pentingnya menjaga lingkungan perairan dan perilaku ramah lingkungan.
7. Kepercayaan diri – Menumbuhkan keberanian dan percaya diri dalam mengambil keputusan di situasi darurat.(*)
