ADVERTORIALEKONOMI & BISNIS

AMMAN Dongkrak Ekonomi UMKM Sembalun

Sembalun – Penapewarta

Kehadiran PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara di Bumi Gora, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mampu mendongkrak pendapatan para pelaku UMKM, khususnya di Kabupaten Lombok Timur, kecamatan Sembalun.

Saiun dan Sri Azizah merupakan contoh kecil dari para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kecamatan Sembalun yang telah berhasil meningkatkan pendapatan, bahkan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Pendapatan meningkat dua sampai tiga kali lebih banyak dari sebelumnya. Semua berkat pendampingan dan pelatihan yang diberikan oleh PT AMMAN Mineral,” tutur Saiun, pemilik usaha pengolahan bawang hitam (Black Garlic) dan Koordinator 42 UMKM Sembalun.

“Sebelum AMMAN hadir, pendapatan saya cuma berkisar diantara Rp 7-10 juta perbulan. Kini meningkat menjadi Rp 20-25 juta perbulan dan telah mempekerjakan karyawan tetap,” tambah Saiun.

Menurut Saiun, pendapatan tersebut merupakan hasil penjualan dari kopi black garlic, belum termasuk dari pendapatan industri turunan seperti ekstrak cair dan bumbu siap saji.

“Terima Kasih kepada Dinas Pertanian Lombok Timur yang telah memberi bantuan Rumah Produksi Bawang Hitam. Dan Terima Kasih kepada AMMAN Mineral yang telah memberi pendampingan dan pelatihan. Berkat bantuan ini, pemasaran produk UMKM kami telah tembus ke pasar Domistik dan Mancanegara,” ucap Saiun.

Untuk informasi, Saiun merupakan perempuan yang lahir dan menetap Sembalun. Ia menjadi salah satu tokoh perempuan di daerah tersebut dan telah mendapat penghargaan atas karyanya di bidang UMKM dan kegiatan sosial. Salah satu dari penghargaan tersebut, diberikan langsung oleh Presiden RI, Jokowi.

Pendapatan meningkat sejak AMMAN memberi pelatihan dan pendampingan juga sangat diakui oleh Sri Azisah. Pemilik home stay Tapak Rinjani ini, mengaku sangat terbantu dengan apa yang diberikan oleh perusahan tambang emas tembaga yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tersebut.

Ia yang juga sebagai pemilik Spa, Salon rias pengantin dan jajan tradisional, sebelumnya sangat kesulitan mengatur keuangan dan promosi atas beragam usaha yang dikelolanya. Berkat pendampingan dan pelatihan, kini semua telah teratasi dan mampu mengembangkan usaha Home Stay yang semula tersedia 4 kamar menjadi 13 kamar.

“Berkat pendampingan dan pelatihan, lahan yang semula saya sewa kini telah menjadi hak milik. Terima kasih kepada PT AMMAN, dan terima kasih kepada pemerintah Daerah atas dukungannya selama ini,” kata Sri Azisah.

Ia menjelaskan, khusus pendapatan dari usaha home stay fasilitas 4 kamar bisa mencapai Rp 20-25 juta perbulan. Pendapatan itu biasanya diraih pada musim kunjungan wisata Rinjani pada Juni – Desember. Selain itu, pesanan spa, salon rias pengantin dan jajan tradisional terus meningkat berkat promosi yang berkelanjutan.

Seperti diketahui, UMKM sebagai salah satu sektor penggerak ekonomi memiliki tantangan dalam pengembangannya. Beberapa faktor di antaranya adalah belum meratanya wawasan dan kapasitas SDM pelaku usaha, keterbatasan penggunaan teknologi, kemampuan membaca selera pasar hingga tingkat adaptasi terhadap dinamika yang ada.

Dalam upaya menjawab tantangan sekaligus mendorong pengembangan UMKM, PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melakukan pendampingan dan pelatihan melalui program Bumi Seri di Kabupaten Lombok Timur, kecamatan Sembalun sejak Januari 2025. Tercatat puluhan UMKM ikut dalam program tersebut dan berhasil melahirkan produk dan management berkualitas yang berimbas pada peningkatan pendapatan UMKM.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *