ADVERTORIALHEADLINEOLAHRAGAPENDIDIKAN

Gandeng BVB dari Jerman, AMMAN Kembali Beri Pelatihan dan Bimbingan Pada 500 Pesepakbola Remaja KSB

Sumbawa Barat – Penapewarta

Komitmen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) untuk memajukan sepak bola Sumbawa Barat nampaknya terus diwujudkan dalam aksi nyata. Ini dibuktikan dengan digulirkannya kembali program pelatihan dan bimbingan kepada pesepakbola remaja putra-putri U15 dan U19 tahun pada tahun 2024.

Aji Suryanto, Senior Manager Social Impact AMMAN mengatakan, tahun ini terdapat sebanyak 500 pesepak bola remaja Sumbawa Barat yang mendapat pelatihan dan bimbingan. Sama halnya dengan tahun 2023 lalu, pelatihan dan bimbingan melibatkan Klub Sepakbola yang bermain di level Internasional, Borussia Dortmund (BVB) Jerman dan Klub Sepakbola yang bermain di level domestik Liga I Indonesia, PSS Sleman dan Persija.

“Dengan melibatkan klub dalam dan luar negeri, AMMAN berharap perkembangan sepakbola Sumbawa Barat ke depan menjadi lebih baik, melahirkan talenta muda berbakat yang mampu bermain dan bersaing di level nasional dan internasional,” kata Aji Suryanto.

Lebih jauh dijelaskan, dari pelatihan 138 pesepakbola remaja (laki-laki dan perempuan) tahun kemarin, menghasilkan 12 talenta muda Sumbawa Barat yang diberikan beasiswa untuk mengikuti AMMAN-PSS Sleman Football Fellowship Program, kemudian terpilih 2 orang untuk bermain di elit pro akademi PSS Sleman.

Sementara untuk tahun 2024, pesepak bola remaja yang dilatih terdiri dari putra U15 dan Putri U19. Selain itu, juga pesepak bola disabilitas mendapat pelatihan dan bimbingan, termasuk pelatih dan wasit lokal Sumbawa Barat.

“AMMAN berupaya menciptakan warisan terbaik melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Salah satunya melalui program Sports for Development (S4D) yang merupakan PPM AMMAN dari pilar Human Capital Development (Pengembangan Sumber Daya Manusia) untuk mewujudkan generasi muda yang berkarakter, sehat dan berdaya saing,” jelas Aji Suryanto.

Tujuan utama dari program Sports for Development (S4D) adalah membangun mental/karakter yang kuat, menumbuhkan gaya hidup sehat dan peluang untuk berkembang bagi masyarakat umum dan generasi muda pada khususnya.

Program ini memanfaatkan olahraga sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis, meningkatkan kohesi sosial, dan memberikan kesempatan pendidikan, termasuk pembangunan karakter yang positif.

“AMMAN mengimplementasikannya melalui kolaborasi kerjasama dengan ASKAB PSSI Sumbawa Barat (ASKAB KSB) dan ASA Foundation (ASAF). Kerjasama ini diwujudkan dengan menggelar dua kali Liga KSB, yakni musim 2023-2024 dan 2024-2025. Liga ini menjadi bagian dari upaya untuk membina komunitas olahraga yang inklusif yang melibatkan pemuda/i (remaja laki-laki dan perempuan) dan penyandang disabilitas,” tandasnya.

Mohammad Kabochi, pelatih dari team BVB yang ditemui media saat memberi arahan dan pelatihan kepada pesepakbola remaja di Lapangan Sepakbola Desa Sermong kecamatan Taliwang, Kamis (31/10) mengatakan, program pelatihan akan memberi dampak besar pada talenta muda Sumbawa Barat karena melibatkan pelatih lokal dan internasional.

“Sepakbola KSB akan menjadi cemerlang di masa mendatang bila pelatihan dan bimbingan terus diberikan kepada pemain dan pelatih,” kata Kabochi.

Mohammad Kabochi, Pelatih dari team BVB

Menurutnya, peran pelatih sangat menentukan prestasi sebuah klub sepakbola. Pelatih yang berpengalaman akan melahirkan talenta muda yang akan mampu bermain di kancah nasional bahkan internasional.

Sebab itu, jika sepak bola suatu daerah atau klub sepak bola ingin berkembang, sebaiknya bekerja sama dengan klub ternama dalam pelatihan pemain dan pelatih.

“Program pelatihan dan bimbingan kepada pelatih akan membuat sepak bola Sumbawa Barat lebih maju. Dengan adanya pelatih yang handal akan memberi dampak yang besar bagi pemain dan klubnya,” ulas pria murah senyum tersebut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *