KSB Maju Kesehatan: RSUD Asy-Syifa Junjung Tinggi Prinsip Keselamatan Pasien Lebih Utama
Taliwang – Penapewarta
RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang humanis dan responsif. Ini dibuktikan dengan diterimanya pasien atas nama Devita Natalia, warga asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pasien datang dalam kondisi darurat medis dengan diagnosa usus buntu yang berpotensi pecah, sehingga membutuhkan tindakan operasi segera. Selain itu, pasien datang dengan keterbatasan biaya dan belum memiliki jaminan BPJS Kesehatan yang aktif di wilayah Sumbawa Barat. Meski demikian, RSUD Asy-Syifa’ tetap melakukan tindakan medis yang diperlukan secara cepat dan tanggap, sembari secara proaktif melakukan koordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan dan pihak terkait untuk membantu proses pindah alamat kepesertaan BPJS dari Sumba ke Sumbawa Barat.
“Pasien dalam kondisi gawat darurat tidak mungkin kami tunda penanganannya hanya karena masalah administrasi. Prinsip kami adalah keselamatan pasien adalah yang utama. Proses pengaktifan kartu BPJS tetap berjalan, dan kami pastikan pasien mendapatkan haknya sebagai warga negara untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Andy Suhaeri, Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat. (15/10).
Ibu dari pasien Devita pun menyampaikan rasa haru dan syukur atas pelayanan yang mereka terima di RSUD Asy-Syifa.
“Kami datang dari jauh dan dalam keadaan bingung karena belum punya BPJS di sini. Tapi alhamdulillah, anak saya langsung ditangani dengan baik oleh dokter dan perawat. Terima kasih banyak kepada semua petugas rumah sakit yang sudah membantu dengan penuh kepedulian,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia berharap, semoga hal ini dapat menjadi prinsip nyata dari semangat kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh seluruh jajaran RSUD Asy-Syifa’ dalam melayani masyarakat, tanpa memandang asal, status, ataupun kondisi sosial-ekonomi. (*)
