Meski Mulai Hujan, BPBD KSB Tetap Distibusi Air Bersih
Sumbawa Barat – Penapewarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan tetap melakukan pendistribusian air bersih kepada warga meski Bumi Pariri Lema Bariri mulai diguyur hujan. Hal itu dilakukan menyusul belum terpenuhinya kebutuhan warga akan air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KSB, Abdul Hamid S.Pd menjelaskan, bahwa hampir semua wilayah KSB sudah mulai di guyur hujan. Meski demikian, pihaknya tidak akan langsung menghentikan aktifitas pendistribusian air bersih, karena air hujan dalam beberapa hari ini belum bisa memenuhi stok kebutuhan warga. “Selama stok kebutuhan air warga masih kurang, kami dari BPBD KSB tetap akan melakukan pendistribusian air bersih,” jelasnya. Jumat (11/11).

Ia menambahkan, pendistribusian air bersih akan dihentikan secara langsung, jika intensitas hujan sudah mulai tinggi dan hasil survey lapangan, lokasi sumber air milik warga (sumur) sudah menyediakan volume air yang dapat memenuhi kebutuhan. “Sumur warga belum terisi air meskipun sudah beberapa kali turun hujan,” tambahnya.
Lanjut Hamid sapaan akrabnya, jika dalam sepekan kedepan terjadi intensitas hujan yang cukup tinggi, maka BPBD KSB akan melakukan pengecekan lanjutan kondisi lapangan, terutama untuk mengetahui sumber air bersih milik warga. “Jika stok air bersih pada wilayah terdampak kekeringan sudah dipenuhi yang dibuktikan dengan terisi sumur milik warga, maka BPBD KSB langsung mengusulkan untuk pencabutan status tanggap darurat kekeringan,” urainya.
Dikesempatan itu Hamid mengaku sangat bersyukur dengan dimulainya hujan, lantaran sudah ada beberapa lokasi yang ingin mengajukan permohonan pendistribusian air bersih. “Wilayah terdampak kekeringan cukup luas, namun yang mengalami kesulitan air bersih tidak terlalu meluas, sehingga BPBD KSB masih bisa melayani secara baik dan maksimal,” tandasnya.
Wilayah yang dilayani untuk pendistribusian air saat ini, ada beberapa desa di kecamatan Poto Tano, yaitu, Desa Poto Tano, Desa Kiantar dan Desa Tambak Sari. Sementara di kecamatan Taliwang baru Desa Seloto yang dilayani.
Sementara wilayah terdampak di Kecamatan Seteluk ada di Desa Kelanir, Desa Lamusung dan Desa Air Suning. Untuk wilayah Kecamatan Brang Rea yang terdampak berada pada Desa Moteng, Desa Sapugara Bree, Desa Bangkat Monteh dan Desa Lamuntet. “Jumlah wilayah itu bisa saja akan terus bertambah, mengingat kondisi alam yang membuat debit air berkurang,” tuturnya.
Disampaikan Hamid, dari data sementara yang dimiliki BPBD KSB, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan dan membutuhkan air bersih mencapai 1.363 KK atau sebanyak 4.089 jiwa. “Volume air yang kami distribusikan sejak penetapan tanggap darurat terus bertambah seiring dengan makin meluas daerah terdampak,” urainya (*)
