83 Peserta PKH di KSB Mengundurkan diri karena Ekonominya Membaik

Penapewarta – Sumbawa Barat

Sebanyak 83 peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah mengundurkan diri sebagai penerima bantuan dari pemerintah.

Para peserta yang masuk dalam graduasi Mandiri ini, meyakini jika ekonominya telah membaik dan tidak layak lagi untuk menerima bantuan non tunai yang digelontorkan per tiga bulan sekali tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, dr, H. Syaifuddin, mengungkapkan, jumlah peserta PKH di KSB adalah sebanyak 5513 peserta. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 209 peserta yang tidak lagi mendapat bantuan dalam tahun 2019, terdiri dari 83 peserta Graduasi Mandiri dan 126 peserta graduasi alami.

” Bedanya, graduasi mandiri tidak lagi mendapat bantuan karena pesertanya mengundurkan diri, sedangkan graduasi alami pesertanya tidak lagi berhak menerima karena faktor atau kriteria penerima tidak lagi melekat pada yang bersangkutan, ” ungkap H Syaifuddin.

Ia menambahkan, salah satu contoh graduasi alami adalah ibu hamil. Saat hamil ia berkewajiban untuk melaporkan atau memeriksa kehamilan dan selanjutnya mendapat bantuan PKH. Saat telah melahirkan, yang bersangkutan secara ototmatis tidak lagi berhak atas bantuan di ketegori ibu hamil. Begitu juga halnya dengan peserta didik dari SD hingga SMA, saat tidak lagi bersekolah secara otomatis terhenti sebagai penerima manfaat atau KPM.

” Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Graduasi Mandiri terbanyak di raih PKH KSB. Capain ini mendapat penghargaan dari kemensos pada hari Rabu (11/12/2019) kemarin di Mataram” jelas H Syaifuddin.

Penghargaan yang diterima tak hanya sebatas atas capain graduasi Mandiri tertinggi. Ditempat yang sama PKH KSB juga menerima penghargaan pendamping Inovatif dan penghargaan Administrator Rekonsiliasi terbaik.

” Ada tiga penghargaan yang diterima PKH Sumbawa Barat. Penghargaan tersebut diterima pada puncak peringatan hari kesetiakawanan Sosial Nasional dan Jambore pilar-pilar sosial di tingkat Provinsi NTB tahun 2019, ” imbuh H Syaifuddin.

Atas capaian tersebut, Dinas Sosial dan PKH Sumbawa Barat bertekad untuk 2020 mendatang, jumlah peserta Graduasi Mandiri terus bertambah dan ditargetkan mencapai 250 peserta. Dengan meningkatnya jumlah peserta graduasi, maka secara otamatis akan mengurangi jumlah penerima bantuan PKH di bumi pariri lema bari.

Untuk mencapai capain tersebut, Disos dan Pendamping PKH dituntut untuk lebih giat dalam memberikan pengertian dan motivasi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk segera mengundurkan diri apabila telah terlepas dari jerat kemiskinan.

Sejauh ini, PKH Sumbawa Barat hanya memiliki 19 tenaga pendamping yang keberadaanya direkrut langsung oleh Kemensos. Rencanaya untuk 2020 nanti akan ada penambahan sebanyak dua orang untuk membantu tugas pendamping lainnya yang telah tersebar di delapan kecamatan yang ada di KSB. (P-01).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *