AMMAN Kembali Gelar Pelatihan Bagi Peselancar Ombak Sumbawa Barat
Sekongkang – Penapewarta
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) kembali mengadakan program pelatihan instruktur selancar bagi peselancar Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Diikuti sebanyak 20 peserta, pelatihan digelar selama 5 hari, mulai dari tanggal 10-14 Desember di Pantai Trophy Kecamatan Sekongkang. Kamis (12/12).
Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto menjelaskan, berkolaborasi dengan Asian Surf Cooperative (ASC), Rip Curl School of Surf dan Rizal Tanjung (atlet nasional olahraga selancar), AMMAN menjalankan program pelatihan instruktur selancar bagi peselancar KSB. Pelatihan komprehensif ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis dan pengetahuan modul yang diperlukan untuk menjadi instruktur selancar bersertifikat.
“Program ini perpaduan teori, latihan/praktek di air, dan sesi mengajar langsung ke siswa. Program ini juga dilengkapi dengan pelatihan penjaga pantai yang diberikan oleh Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) Bali, difokuskan pada keterampilan penyelamatan jiwa (rescue) dan pemberian pertolongan pertama. Dua pelatihan terpisah ini menjadi satu kesatuan untuk mendukung terciptanya ekosistem selancar yang aman dan kondusif di KSB,” jelas Aji.
Aji menambahkan, pada tahun lalu, pelatihan telah diberikan kepada 19 peselancar Sumbawa Barat. Semuanya lulus dan telah memiliki sertifikat ISA Surf level I. ISA (International Surfing Association), atau Asosiasi Selancar Internasional adalah badan pengatur selancar dunia yang diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). ISA mengatur berbagai aktivitas berselancar, di antaranya: Selancar, Balap SUP, Selancar SUP, Selancar paralayang dan Bodyboarding.
“Ini merupakan tahun kedua pelatihan diberikan kepada peselancar Sumbawa Barat. Sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN, pelatihan ini merupakan salah satu upaya AMMAN mendukung pertumbuhan sektor pariwisata untuk menopang ekonomi lokal yang dapat memberikan peluang bagi masyarakat di luar sektor tambang, ” tambah Aji.
Lebih jauh dijelaskan, KSB memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata, khususnya di wisata pantai, olahraga air, ekowisata dan petualangan alam yang juga didukung oleh kekayaan budaya. Upaya pengembangan destinasi wisata yang menganut pembangunan berkelanjutan akan terus diupayakan hingga melahirkan pariwisata berkelanjutan yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru yang ditopang oleh sumber daya manusia yang berkualitas.
‘Khusus di olahraga selancar, dengan meningkatkan kapasitas mengajar para peselancar lokal, AMMAN berharap dapat menciptakan ekosistem selancar yang kondusif untuk meningkatkan pendapatan industri pariwisata, dan khususnya memastikan aspek keselamatan dan pertolongan pertama,” tandas Aji.
Terpisah, salah satu Alumni pelatihan yang digelar AMMAN tahun lalu, Yan Khairuddin atau akrab disapa Rock, memaparkan manfaat setelah mengikuti pelatihan sekaligus mendapat sertifikat dari ISA.

Rock telah menggeluti selancar selama 22 tahun mendapat pengetahuan baru setelah mengikuti pelatihan. Ia semula berselancar tanpa memperhitungkan arah angin dan ombak. Akibatnya ia kerap kecewa karena arah angin dan besaran ombak tidak seperti yang diharapkan.
“Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan saya menjadi tau pantai mana yang harus didatangi untuk berselancar. Selain itu, saat ini saya dan teman-teman kebanjiran order dari wisatawan yang ingin mendapat jasa instruktur selancar. Bisa dibilang 3 kali lipat dari order sebelum kami mengikuti pelatihan,” paparnya.
Di pantai Sumbawa Barat, lanjut Rock, terdapat 4 titik lokasi selancar, yakni pantai Kertasari di Kecamatan Taliwang, pantai Maluk di Kecamatan Maluk, serta pantai Yoyos dan pantai Tropi di kecamatan Sekongkang. Keempat titik selancar tersebut memiliki ombak yang sangat baik, bahkan di pantai Maluk terdapat ombak Super Suck, sebuah ombak yang sangat dicari oleh peselancar dunia karena memiliki ketinggian lebih dari dua meter.
“Terima kasih kepada AMMAN yang telah memberi kami pelatihan instruktur, kami berharap akan ada pelatihan tahap 2 sehingga kami bisa menjadi pelatih atlet ataupun juri saat diadakan event di Sumbawa Barat,” tutup Rock.
Untuk diketahui, sebelum mendapat sertifikat ISA, setiap peserta pelatihan instruktur diwajibkan untuk mendapat sertifikat International Live Saving (ILS) terlebih dahulu. ILS sangat diperlukan guna memastikan bahwa Instruktur selancar tidak hanya sekedar menemani dan mengajar selancar kepada wisatawan, tapi juga mampu menjaga keselamatan mereka saat berselancar. (*)
