Diskominfo KSB Upayakan Optimal Sinyal di Seluruh Desa Dalam Tahun Ini

Sumbawa Barat – Penapewarta

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menargetkan ketersedian sinyal secara optimal di seluruh Desa pada 2020.

Kepala Dinas Kominfo KSB, Drs Burhanuddin mengatakan, seluruh desa yang ada di KSB telah tersedia sinyal telekomunikasi. Hanya saja terdapat beberapa wilayah yang masih belum optimal, terutama di Desa Tua Nanga Kecamatan Poto Tano, Talonang Baru Kecamatan Sekongkang dan Dusun Jelenga Kecamatan Jereweh.

“Wilayah yang masih mengalami kurang sinyal ini akan menjadi atensi khusus untuk diselesaikan, dan kami menargetkan tahun ini sinyal sudah tersedia secara optimal,” kata Kadis Kominfo.

Saat ini, Diskominfo KSB tengah membangun komunikasi dengan beberapa operator seluler guna mencari solusi terbaik mengatasi kendala sinyal yang belum optimal. Ini diharapkan berhasil agar masyarakat tidak ada lagi kesulitan, terutama di lokasi destinasi wisata, Jelenga.

Tahun 2019 lalu, Diskominfo KSB sudah berhasil menuntaskan wilayah blank spot (tanpa sinyal komunikasi) yakni Desa Mataiyang Kecamatan Brang Ene, Desa Rarak Ronges Kecamatan Brang Rea, Omal Sapa Kecamatan Poto Tano, dan Talonang Kecamatan Sekongkang. Jadi sejak tahun 2019, di Sumbawa Barat sudah tidak ada desa atau wilayah terpencil yang blank spot.

“Untuk tahun 2020 ini kami akan berupaya untuk mengatasi daerah yang masih mengalami kurang sinyal. Sehingga tidak ada masalah lagi dengan telekomunikasi di seluruh wilayah di KSB. Karena pada prinsipnya jika jaringan telekomunikasi sudah aman maka tidak akan ada lagi masalah dalam penyampaian informasi ke masyarakat,” beber Burhanuddin.

“Kalau untuk wilayah yang blank spot sudah tidak ada, tinggal saat ini kita optimalkan untuk daerah yang masih mengalami kurang sinyal,” timpalnya.

Diskominfo juga akan terus memantau keberadaan menara yang baru dibangun. Sebab berdasarkan laporan yang diterima ada beberapa menara yang tidak berfungsi sehingga butuh penanganan khusus. Salah satunya di Desa Mataiyang yang saat ini tidak berfungsi.

Terkait kondisi tersebut, Pihaknya telah menyampaikan Kementerian untuk bisa dilakukan penanganan atas kerusakan yang terjadi. Setelah dilaporkan, tim langsung turun untuk melakukan pengecekan untuk melakukan perbaikan sehingga saat ini tidak ada masalah lagi dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Memang sempat ada masalah yang terjadi di menara telekomunikasi di Desa Mataiyang tetapi setelah kita tangani saat ini sudah tidak ada masalah bahkan jaringan 4G sudah bisa dimanfaatkan masyarakat di desa tersebut,” tandasnya. (P-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *