Distan KSB: Pengoperasian RPH Poto Tano Belum Maksimal

Sumbawa Barat – Penapewarta

Rumah Potong Hewan (RPH) Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah digunakan kembali sejak akhir tahun 2019 lalu. Sejauh ini, penggunaannya belum maksimal karena faktor rendahnya permintaan daging dan berimbas pada minimnya angka potong hewan.

“Sebenarnya, mitra kerja yang mengelola RPH ini sangat siap berapapun jumlah daging yang diminta. Tapi karena permintaan masih sedikit menyebabkan angka potong hewan masih minim dan pengelola RPH juga tidak mau mengambil resiko untuk tetap melakukan pemotongan,” terang Kapala Dinas Pertanian (Distan) KSB melalui Kabid Peternakan, Jamilatun, S.Pt. Selasa (O7/09/2021)

Distan mencatat, dalam satu hari jumlah hewan yang dipotong di RPH Poto Tano hanya 5-6 ekor. Jumlah ini tergolong kecil jika dibandingkan fasilitas yang dimiliki. Sebab itu, Distan akan berupaya maksimal untuk membangun komunikasi dengan kabupaten lain, salah satunya kota Mataram agar bisa seperti Lombok Tengah dan Lombok Barat yang rutin mendapat suplay daging dari KSB.

“Kami tetap akan mencari jalan keluar terbaik atas masalah belum optimalnya RPH Poto Tano ini. Selain mengejar pasar, perbaikan sarana juga akan terus kita lakukan agar RPH bisa kembali optimal,” paparnya.

Jika pasarnya stabil dan terus meningkat, tentu pengoperasian RPH akan semakin maksimal dan akan meningkatkan pendapatan bagi daerah,” tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *