Kualitas Rendah Sebabkan Harga Gabah Turun

Sumbawa Barat – Penapewarta

“Alasan Bulog dan mitranya membeli gabah dibawah HPP karena kualitas Gabah itu sendiri,” kata Kepala Bidang Penyuluh Dinas Pertanian KSB, Kusmirin di ruang kerjanya. Rabu (10/03/2021).

Salah satu persoalan yang kerap muncul di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat musim panen padi adalah harga gabah yang tidak sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Dinas Pertanian (Distan) KSB dengan melakukan pendampingan langsung pada petani, menyusul telah dimulainya panen padi di sejumlah kecamatan.

Kadistan KSB melalui kepala Bidang Penyuluh mengatakan, panen padi telah dimulai sejak pekan pertama dan kemungkinan akan rampung pada pekan terakhir Maret 2021.

“Dari pendampingan kami di kecamatan Seteluk yakni di Desa Rempe Loka, Bulog dan mitranya tidak berani membeli gabah sesuai HPP, sementara di kecamatan Taliwang di areal Balisung harga gabah sesuai HPP,” kata Kusmirin.

Kualitas merupakan alasan utama tidak dibelinya gabah sesuai HPP. Bulog dan mitranya hanya berani membeli jika gabah memiliki kandungan air dibawah 25 persen dan ampas kurang dari 15 persen. HPP saat ini adalah Rp 4.200/kg.

Kadistan KSB bersama Wakil Ketua DPRD dan Ketua Komisi II saat turun lapangam di Kecamatan Seteluk

“Dari pantauan kami di lapangan, cukup banyak areal tanam yang dipanen sebelum waktunya. Ini sangat di sayangkan karena berpengaruh pada kualitas dan harga jual,” jelasnya.

Gabah dengan kualitas yang baik akan menghasilkan beras yang bermutu tinggi. Kualitas ini hanya akan tercapai jika tanaman padi tumbuh dengan baik dan di panen pada usia 110 – 120 hari. Untuk itu, Ia berharap agar petani bisa bersabar menunggu saat panen tiba agar menghasilkan gabah yang baik dan harga sesuai HPP.

“Kami telah sering kali mengingatkan untuk tidak memanen sebelum waktunya. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran dan menjadi perhatian petani lainnya yang saat ini masih menunggu waktu panen. Upayakan untuk panen sesuai waktunya agar menghasilkan gabah yang berkualitas,” pesanya.

Kusmirin menambahkan, total luas tanaman padi pada Musim Tanam (MT) pertama tahun 2021 adalah sekitar 11.000 hektar. Luas lahan tanam tersebut tersebar di seluruh kecamatan dan saat ini sekitar 2000 hektar telah selesai di panen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *