Hingga Februari, Tercatat 46 Kasus DBD di Sumbawa Barat

Sumbawa Barat – Penapewarta

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat sebanyak 46 kasus DBD yang terjadi pada Januari – Februari 2021. Kasus tersebut paling banyak ditemukan di kecamatan Taliwang yakni sebanyak 42 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) KSB melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), H M Yusfi Khalid mengatakan, selain dikecamatan Taliwang kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga terjadi kecamatan Maluk sebanyak 2 kasus dan Poto Tano 2 kasus.

“Hingga Februari 2021, kami mencatat adanya 46 kasus DBD dan saat ini semua kasus sudah ditangani. Penderita sudah sembuh dan sudah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah dirawat di Puskesmas dan RSUD,” jelasnya. Jumat (12/03/2021).

Ia menambahkan, penyebab utama tingginya kasus DBD di kecamatan Taliwang, selain karena faktor kepadatan penduduk juga karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui penerapan 3M (menguras, menutup mengubur).

“Pantauan petugas kami di lapangan, ditemukan banyak jentik nyamuk dalam beberapa wadah di rumah penderita. Ada yang ditemukan di pot dari botol plastik, tempat minum burung hingga tempat air minum Dispenser,” imbuhnya seraya menegaskan bahwa wadah – wadah yang berisi jentik tersebut langsung dibersihkan dan pemilik rumah dingatkan untuk selalu membersihkan setiap wadah minimal 1 minggu sekali guna menghindari adanya jentik nyamuk DBD.

“Hal ini sudah sangat sangat sering kami ingatkan kepada masyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajar agar kasus ini tidak terulang lagi,” tandasnya.

Seperti diketahui, Penyakit DBD disebabkan oleh virus DBD yang menginfeksi manusia lewat gigitan Nyamuk  Aedes aegypti. Nyamuk yang membawa virus ini adalah nyamuk betina yang sudah terinfeksi virus dengue. Setelah Nyamuk DBD menggigit manusia, virusnya akan menyebabkan infeksi pada sel-sel tubuh yang sehat. Gejala Penyakit DBD biasanya terlihat kurang lebih 15 hari setelah gigitan nyamuk. Pasien Penyakit DBD harus dipantau dan diobati dengan tepat, karena penyakit ini bisa menjadi parah hingga ke tingkat yang dapat menyebabkan kematian. (P-01).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *