Perusda Terus Upayakan Hadirnya Industri Pengolahan dan Pusat Daur Ulang Sampah Plastik di KSB

Sumbawa Barat – Penapewarta

Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mengupayakan hadirnya industri pengolahan sampah plastik di Bumi Pariri Lema Bariri. Salah satu upaya untuk mewujudkannya, pihak investor selaku calon mitra bisnis telah didatangkan dan bertemu stake holder terkait pada senin (15/03/2021).

Dirut Perusda KSB, melalui Manager Operasional, Muhammad Syaikhu mengatakan, hasil dari pertemuan dengan investor asal Australia tersebut cukup menggembirakan. Harapan akan adanya tempat pengolahan limbah plastik dan karet menjadi bahan bakar minyak (solar) nampaknya akan terwujud karena pihak investor mengajukan beberapa syarat dan syarat itu disetujui.

“Syaratnya telah kita sanggupi, dan diupayakan semua syaratnya dapat dipenuhi dalam waktu dekat,” katanya. Rabu (17/03/2021).

Perusda KSB saat menerima perwakilan perusahaan

Syarat dimaksud yang diajukan investor, diantaranya tersediaan lahan seluas 4 hektar, Listrik dan Air Bersih. Rencananya, untuk lahan berlokasi di Peliuk Asar Jebat Desa Banjar, kecamatan Taliwang, Listrik Suplay dari PLN dan Air Bersih dari Perumda Bintang Bano.

“Jika ini clear, mereka (investor) akan kembali datang untuk melihat kelayakannya termasuk izin pemanfaatan lahan dan pengelolaan. Kami berharap semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Jika industri ini sudah berjalan, akan sangat banyak manfaatnya bagi Sumbawa Barat,” jelas Tecy, sapaan akrabnya.

Rencana lokasi tempat industri pengolahan sampah

Ia menyebutkan, selain menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga akan terbuka lapangan kerja baru. Adanya industri pengolahan limbah plastik dan karet secara otomatis akan memperpanjang umur pakai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Hanya sampah plastik dan karet yang akan diambil, sementara untuk sampah organik nantinya akan disuplay ke Poto Tano untuk diolah menjadi pupuk organik,” sebutnya.

pertemuan perusda bersama Dinas PU dan Bappeda dengan Investor

Ia menambahkan, rencana kegiatan pengembangan industri pengolahan dan pusat daur ulang pirolisis plastik di Sumbawa Barat sangat didukung oleh ketersediaan bahan baku yang berasal dari sejumlah TPA. Catatan Perusda KSB, di TPA Batu Putih saja, perharinya menampung lebih dari 29 ton sampah beragam jenis, dan dalam kurun waktu 5 tahun terkahir telah tertampung sekitar 52.925 ton sampah.

“Sampah menjadi salah satu masalah utama dalam pencemaran lingkungan, sebab itu kami mengupayakan hadirnya industri pengolahan dan daur ulang dengan menggandeng PT Geo Trash Management. Perusahaan nantinya akan mendaur ulang sampah plastik 20 ton perhari melalui metode ramah lingkungan (Pirolisis),” tandasnya. (P-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *