Terkait Pembebasan Lahan Bandara, Bupati Pastikan Tidak Ada Warga Kiantar yang Dirugikan

Sumbawa Barat – Penapewarta

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H W Musyafirin, MM memastikan setiap lahan milik warga Desa Kiantar yang menjadi lokasi pembangunan Bandara akan mendapat ganti rugi sesuai harga yang ditetapkan oleh tim Apraisal.

Hal ini disampaikan Bupati kepada warga Kiantar, saat digelarnya sosialisasi rencana pembangunan Bandara di desa Kiantar Kecamatan Poto Tano. Selasa (06/04/2021).

“Akan ada tim Konsultan Jasa Penilaian Publik (KJPP) atau lebih dikenal dengan tim Apriasal yang akan turun. Tim ini merupakan lembaga independent yang diberikan mandat untuk melakukan penilaian terhadap lahan yang akan dibebaskan,” kata Bupati.

Bupati menjelaskan, terdapat beberapa pertimbangan dalam penentuan harga tanah. Diantaranya adalah berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan Harga transaksi jual beli tanah terakhir. Hal tersebut sudah terekam dan menjadi dasar dalam penentuan harga. Didalam pemberlakuan harga nantinya memungkinkan terjadinya perbedaan harga di masing-masing blok, dan harga yang akan dikeluarkan hanya satu sehingga tidak ada ruang untuk tawar menawar.

“Kehadiran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat adalah untuk memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang akan dirugikan dalam hal proses pembebasan lahan nantinya,” jelas Bupati.

Dalam sosialisasi yang juga dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah, DPRD KSB dan unsur Forkopimda serta Kepala Desa Kiantar bersama Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat setempat tersebut, Bupati memaparkan akan lokasi- lokasi yang semula direncanakan sebagai tempat berdirinya Bandara.

Dalam Dokumen Tata Ruang kabupaten Sumbawa Barat ada tiga alternatif lokasi untuk dibangun bandar udara yaitu di wilayah Sekongkang, Taliwang dan Poto Tano. Namun setelah dilakukan studi kelayakan, yang memungkinkan untuk dibangun Bandar udara adalah Kecamatan Poto tano khususnya desa Kiantar. Posisi bandar udara rencananya berada pada lahan dibelakang Kantor Desa Kiantar. Landasan pacu direncanakan Sepanjang 2,1 Km dengan lebar 300 meter.

“Terkait rencana dan penetapan ini, maka kami datang ke desa Kiantar untuk menyamakan persepsi antar pemerintah dengan masyarakat agar proses pembangunan Bandar Udara di Desa Kiantar bisa berjalan dengan lancar. Kita satukan persepsi dan pikiran, agar tindakan kita kedepan akan sama dan seragam. Hal ini penting terlebih untuk membangun infrastruktur yang besar. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik dan Insya Allah menjadi akhir yang baik. Kita bangun kesepahaman sehingga kita tidak mudah dirasuki oleh informasi yang tidak benar dan menjadi fitnah”. Tandas Bupati. (HM/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *